BIOGRAFI ABU JAFAR AL-MANSUR, PELETAK DASAR BANI ABBASIYAH

 

BIOGRAFI ABU JAFAR AL-MANSUR,

PELETAK DASAR BANI ABBASIYAH

 

Abu Jafar Al-Mansur adalah khalifah kedua Bani Abbasiyah yang berkuasa antara tahun 754-775. Selama berkuasa, khalifah memberi perhatian besar pada perkembangan ilmu pengetahuan, hingga banyak memberikan beasiswa. Di bawah pemerintahannya, ilmu astronomi dan matematika berkembang pesat. Proses penerjemahan buku-buku Yunani ke dalam bahasa Arab pun digalakkan. Setelah memindahkan ibu kota Bani Abbasiyah dari Damaskus ke Bagdad dan membangunnya sebagai pusat kekuasaan dunia Islam yang baru, Abu Jafar Al-Mansur mempunyai banyak pencapaian. Oleh karena itu, meski berstatus sebagai khalifah kedua, Abu Jafar Al-Mansur dianggap sebagai peletak dasar Kekhalifahan Abbasiyah.

 Abu Abbas As-Saffah, Pendiri Dinasti Abbasiyah Perjalanan menjadi khalifah Abu Jafar Al-Mansur lahir di Humeima (sekarang Yordania) pada tahun 714. Ia adalah putra Muhammad bin Ali, cucu dari Abbas bin Abdul Muthalib, paman Nabi Muhammad. Sedangkan ibunya adalah perempuan dari suku Berber. Menjelang pertengahan abad ke-8, kakak Al-Mansur yang bernama Abu Abbas As-Saffah memimpin Revolusi Abbasiyah yang berhasil meruntuhkan Kekhalifahan Bani Umayyah. Pada tahun 750, Abu Abbas As-Saffah resmi menjadi khalifah pertama Dinasti Abbasiyah. Selama masa pemerintahan kakaknya, Al-Mansur berperan besar dalam memadamkan pemberontakan pendukung Bani Umayyah yang tersisa. Pada 754, Abu Abbas As-Saffah meninggal dunia, yang membuka jalan bagi Abu Jafar Al-Mansur untuk menjadi khalifah Bani Abbasiyah selanjutnya.

Khalifah Abu Jafar Al-Mansur dikenal sebagai sosok yang tegas dan terkadang cukup kejam. Pada 755, ia memerintahkan pembunuhan atas Abu Muslim, tokoh yang berjasa besar memimpin pasukan Abbasiyah memenangkan Perang Saudara Islam III (749-750) melawan Bani Umayyah. Pembunuhan itu diduga untuk mengamankan takhta Khalifah Al-Mansur, karena Abu Muslim diketahui memiliki pengaruh besar di Iran dan Transoxiana (sekarang Uzbekistan, Tajikistan, Kazakhstan, Turkmenistan, dan Kirgistan).

Setelah itu, perubahan besar pertama yang dilakukan Khalifah Al-Mansur adalah memindahkan ibu kota pemerintahan dari Damaskus di Suriah ke Bagdad, Irak, pada tahun 762. Khalifah Abu Jafar Al-Mansur memindahkan ibu kota Daulah Abbasiyah karena kedekatan lokasi Bagdad dengan Iran, yang merupakan basis kekuatan Abbasiyah.
Selama masa pemerintahan Khalifah Al-Mansur, karya sastra dan ilmu pengetahuan mengalami perkembangan pesat. Banyak teks Yunani diterjemahkan ke dalam bahasa Arab, yang kemudian mencapai Eropa dan dijadikan rujukan selama berabad-abad. Khalifah Al-Mansur diketahui mendirikan Baitul Hikmah atau Rumah Kebijaksanaan, yang menjadi pusat intelektual dan keilmuan pada zaman keemasan Islam. Dalam mendukung perkembangan ilmu pengetahuan, khalifah juga memberikan beasiswa kepada para pelajar. Perkembangan dalam segala bidang juga didukung upaya khalifah dalam menyerukan toleransi terhadap orang-orang Persia dan beberapa bangsa lainnya yang tertindas pada masa Bani Umayyah. Selama memerintah, Khalifah Al-Mansur menempuh berbagai jalan yang sekiranya menguntungkan dunia Islam, termasuk dengan menjalin hubungan dengan China dan melakukan negosiasi dengan Kekaisaran Bizantium.

Selain itu, pada masa kekuasaannya yang berlangsung selama hampir 22 tahun, banyak orang non-Arab yang masuk Islam. Pada akhir pemerintahannya, jumlah umat Muslim di wilayah kekuasaan Bani Abbasiyah mengalami peningkatan sangat signifikan. Wafat Khalifah Al-Mansur meninggal dunia pada 6 Oktober 775 dalam perjalanan ke Mekkah untuk menunaikan ibadah haji. Setelah itu, tampuk kekuasaan Kekhalifahan Abbasiyah jatuh ke tangan putranya yang bernama Al-Mahdi. Khalifah Abu Jafar Al-Mansur diakui sebagai salah satu tokoh berpengaruh pada zaman keemasan Islam. Untuk menghargai jasa-jasanya bagi dunia Islam, di Bagdad didirikan Monumen Al-Mansur dengan ukuran sangat besar.

Belum ada Komentar untuk "BIOGRAFI ABU JAFAR AL-MANSUR, PELETAK DASAR BANI ABBASIYAH"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel