SEJARAH PERADABAN ISLAM DI ASIA TENGGARA
I. MASUKNYA ISLAM DI ASIA TENGGARA.
Mengenai tempat asal
datangnya islam keasia tenggara, sedikitnya ada tiga teori besar. Pertama, teori yang menyatakan bahwa
islam datang langsung dari arab, tepatnya dari Hadramaut.Teori ini dikemukakan
oleh crawfurd (1820), keyzer(1859), nieman(1861), de Hollander(1861), dan veth(1878).Keyzer
beranggapan islam datang dari Mesir
karena masyarakat Hadramaut bermazhab saf’I begitupun juga masyarakat
Nusantara yakni abad pertama hijriah/7 M[1].Kedua,teori yang menyatakan bahwa islam
datang dari yang menyatakan bahwa islam datang dari India.Dikemukakan oleh
Pijnapel tahun 1872 yang didasari dengan terjemahan bahsa prancis tentang
catatan perjalanan Sulaiman, Marco Polo dan safi’I Dari Gujarat dan Malabar
dari India.Ketiga, teori Fatimi yang
menyatakan bahwa islam datang dari Benggali kini Bangladesh.Dia mengutip bahwa
islam muncul pertama kali disemenanjung Malaya, dari daerah pantai timur, bukan
dari barat Malaka, pada abad ke-11, melalui Kanton, Phangrang (Vietnam), Leran,
dan Tenggarau.Ia beralasan bahwa dokrin islam di Semenanjung lebih sama dengan
islam di Phanrang dan begitupun juga dengan prasasti di Trengganu lebih mirip
dengan prasasti di Leran[2].
II.
PERADABAN
ISLAM DI ASIA TENGGARA.
Menurut gellner,tradisi besar islam dapat
dimodernisasi ;cara oerasinya dapat disajikan, bukan sebagai sebuah inovasi
atau konsesi kepada pihak-pihak luar tetapi sebagai kelanjutan dan penyelesaian
atas sebuah dialog lama dalam islam antara ortodoksi dan penyimpangan;
pertarungan lama antara ilmu pengetahuan dan kebodohan, antara tata tertib
poitik anarki, antara peradaban dan
berbarisme, antara koa dan desa, antara hokum tuhan dan adat istiadat manusia,
dan pertentangan-pertentangan lain yang kadang diam dan kadang-kadang meledak meledak-ledak, yang
kelihatan laten perennial dalam islam (1981: 4-5)
Sebagai bagian integral dari kebudayaan perdaban
islam secara keseluruhan, fenomena dan ekpresi kebudayaan-peradaban islam di
Asia Tenggara mencakup cirri-ciri yang universal dan memiliki khas yang berbeda
dengan Kristen atau budhisme.
Menurut argument Von Grunnebaum (1978), kemunculan
dan perkembangan islam di Asia Tenggra disebabkan transformasi
kebudayaan-peradaban bangsa arab.Transformasi ini melalui pergantian agama ini
mungkin karena islam menekankan bukan hanya keimanan yang benar, tapi juga
tingkah laku yang baik, yang pada gilirannya setidaknya secara ideal harus
dijabarkan oleh setiap muslim.
Menurut analisis Reid, konversi massal masyarakt Asia Tenggara pada masa perdagangan ini
disebabkan oleh beberapa factor penting.Pertama,
sitem kepercayaan masyarakat sebelum kedatangan agam islam adalah menyembah
arwah nenek moyang yang tidak portable;
tidak siap dipakai dimana saja, tidak berlaku dalam segala kondisi.Maka dari
itulah mereka mencari agama yang universal; kepercayaan tuhan ada dimana-mana,
yang selalu siap memberikan perlindungan dimanapun mereka berada, sebagaimana
yang dibawa umat islam.Pada saat massa perdagangan inipun berkembangnya politik
islam karena para pelaku perdagangan itu didominasi oleh umat muslim.kedua,factor yang menyebabkan
berkembangnya konversi perdagangan ini adalah asosiasi islam dengan kekayaan.Bisa dipastikan bahwa masyarakat Asia Tenggara
pertama kali bertemu dan berinteraksi adalah dengan masyarakat islam
diwilayah-wilayah pesisir atau pelabuhan.Itupun telah dibuktikan oleh orang
spanyol[3].
Salah satu factor penting yang menjadi daya tarik
bagi terjadinya konversi massal kepada islam adalah tentang introduksi
kebudayaan-peradaban literasi yang relatif universal bagi masyarakat Asia peradaban literasi ini telah memunculkan
semangat rasionalisme dan intelektualisme bukan saja dikalangan keraton atau
istana, tetapi juga dikalangan rakyat jelata (al-attas,1972:38).
Penyebaran agama islam ini tidak saja disebabkan
oleh para pelaku perdagangan saja melainkan disebabkan oleh datangnya guru-guru
sufi yang mengembara yang merambah kedaerah-daerah pedalaman yang tertutup,
yang lebih dikuasai budaya agraris dan pandangan kosmopolisnya yang khas. Perkembangan
islam yang dibawa oleh guru-guru sufi yang mengembangkan islam di Asia Tenggara
telah berakomodif dengan sistem nilai-nilai dan kepercayaan local.
Gelner menjelaskan ciri-ciri folk islam adalah lebih menekankan pada kepentingan-kepentingan
magis daripada kepentingan keilmuan.Institusi terpenting folk islam adalah pengikatan-pengikatan longgar yang berpusat pada
seorang individu yang nyaris dipandang suci, sehingga cendrung menciptakan kultus
individu, dengan cara itu folk islam, dalam
banyak hal menjadi kendala dalam pembentukan dan pengembangan
kebudayaan-peradaban untuk menjawab tantangan-tantangan perkembangan zaman. Kebudayaan-peradaban
islam di Asia Tenggara dibangun atas beberapa perkembangan historis terpenting,
yang menckup karakteristik, seperti kemakmuran social,kekuasaan, dan
literasi.Jika karakteristik ini dapat dikembangkan lagi,maka Asia tenggara
dapat bersaing dengan masyarakat lainnya dalam pertarungan globalyang semakin
keras dan kompetiif masa sekarang dan masa yang akan datang khususnya dalam saintifik-teknologi
kal dan industrial.
Perdaban islam di Asia Tenggara akan lebih maju jika
dibentuk masyarakat madani dan mejadi
islam yang rasional, mengutamakan ilmu dan membangun masyarakat kosmopolit
(masyarakat social yang modern)[4],
sebagai asas bagi umat islam dalam meniptakan modern yang berjaya.
A.
INDONESIA
Secara sederhana, keragaman ini ditunjukan
setidaknya oleh 3 jenis kelompok masyarakat yang berbeda[5].Kelompok Pertama, adalah masyarakat yang
hidup didaerah- daerah pedalaman dan kawasan-kawasan pegunungan
terpencil.masyarakat ini biasanya memiliki kepercayaan animisme dan komitmen
kesukuan yang kuat.Kelompok Kedua, adalah
masyarakat yang hidup disepanjang garis pesisir, dimana jalur-jalur perdagangan
laut telah memudahkan mereka untuk dapat mengenal dan bertukar kebudayaan
dengan dunia luar.sedangkan Kelompok
Ketiga, masyarakat yang dipengaruhi oleh struktur budaya keratin.pada
umumnya, kelom[ok masyarakat ini hidup dalam sebuah kota di sekitar kawasan istana
yang muadah terjangkau.
Ø Teori masuknya islam ke
Indonesia
Masuknya islam ke Indonsia sangat
berbeda dengan masuknya islam ke Timur Tengah.Islam masuk ke Indonesia secara damai,sedangkan
islam masuk ke Timur Tengah disertai dengan operasi milter oleh militer muslim[6].Islam
masuak ke Indonsia melalui pedagang, kemudian dilanjutkan oleh para guru
agama(da’i),dan pengembara sufi.
Bersamaan dengan para pedagang
datang pula da’i-da’I dan musafir-musafir sufi.Melalui perdagangan itu pulalah
mereka dapat berhubungan dengan pedagang dari negeri di ketiga bagian benua
asia itu,sehingga terbentuklah perkampungan muslim di gampung
samudra.Pertumbuhan dan perkembangan kampung muslim ini makin meluas,sehingga
selain bersifatbekonomis juga membentuk struktur pemerintahan dengan mengangkat
meurah silu sebagai kepala suku.
Dari paparan diatas dapat
disimpulkan beberapa cara penyebaran islam di Indonesia,yaitu:
i.
Perdagangan, yang
mempergunakan sarana pelayaran.
ii.
Dakwah, yang dilakukan
oleh mubaligh yang berdatangan bersama para pedagang.
iii.
Perkawinan, yaitu
perkawinan yang dilakukan pedagang muslim, mubaligh dengan anak bangsawan
Indonesia.
iv.
pendidikan, dibentuknya
pesantren dengan para mubaligh lokal jadi gurunya.
v.
Tasawuf dan Tarikat
vi.
Kesenian, saluran
yang banyak sekali digunakan dalam
penyebaran agama islam.
Ø Perkembangan islam di
nusantara
Islam di Indonesia merupakan salah
satu dari tujuh cabang peradaban islam (sesudah hancurnya persatuan peradaban
islam yang berpusat di Baghdad tahun 1258 ). Tujuh cabang peradaban islam itu
adalah Peradaban Islam Arab, Islam Persi, Islam Turki, Islam Afrika Selatan,
Islam Anak Benua India, Islam Arab Melayu, Dan Islam China.Peradaban islam arab
melayu tersebar di wilayah asia tenggara yang memiliki cirri-ciri universal
yang menyebabkan peradaban itu tetap mempertahankan bentuk integralitasnya,
tetapi pada saat yang sama tetap mempunyai unsure-unsur yang khas kawasan itu.
Perkembangan islam di Indonesia
berkembang begitu pesat.Itu dibuktikan bayaknya tumbuh kerajaan-kerajaan islam
di Indonesia diantaranya : [7]kerajaan
Samudra Pasai dan kerajaan Aceh Darussalam di Sumatra, kerajaan Demak,kerajaan
Pajang, kerajaan Mataram, kerajaan Banten dan
Cerebon di Jawa,dan beberapa
kerajaan islam yang terkenl lainnya.[8]
Penting kita ketahui bahwa
perkembangan islam di Indonesia didukung oleh inkulturasi yang mengilustrasikan
adanya ajaran islam.Sehingga islam tampak sebagaiman aslinya yang sulit untuk
dihilangkan begitu saja.
a.
Perkembangan
Politik Islam Indonesia
Nikmat dan nyamannya beragama yang
kita rasakan saat ini adalah berkat usaha ulama terdahulu.Mereka menerapakan
poilitik yang ampuh untuk melawan peenjajahan.Meskipun sudah aman dari siksaan
bangsa luar, masyarakat Indonesia masih mengalami sedikit permasalahan dari
kelompok-kelompok tertentu.tapi pada masa sudah penjajahan uamat sudah bebas
mendapatkan informasi tanpa ada rasa was-was.sehingga melahirkan para lama
islam,dan organisasi-organisasi islam.
Dalam usaha menegakkan agama islam
begitu banyak factor yang menghalangi maju islam tersebut.Hal ini dibuktikan
ketika dua masa penjajahan, yaitu:
Ø Masa
Penjajahan Belanda
Pada tahun 1755 yakni pada masa VOC
raja jawa kehilangan kekuasaan bahkan raja tersebut tunduk atas pemerintahan
VOC yang bedampak buruk bagi rakyat.Akhirnya rakyat kehilangan kepemimpinan,
sehingga mereka berlindung pada ulama, para kiai dan da’i. Penderitaan ini
berlangsung sampai abad ke-14.Maka dari itu islam mengajarkan tata cara
bermuamalah,dan berinteraksi social dalam kehidupan.
Pada saat penjajahan Belanda
semakin meluas maka adanya aksi protes dari petani yang beranggapan belanda
adalah kafir.Merekabahakan menaggap perang itu adalah perang suci[9].
Ø Masa
Penjajahan Jepang
Pada masa penjajahan jepang ini
masyrakat islam yang tidak terima diperlakukan secara kasar oleh masyarakat
jepang, maka mereka membrontak dengan mendrikan beberapa oraganisasi islam
diantaranya MASYUMI, NU, MUHAMMADIYAH, DAN PERSATUAN ISLAM.
Tapi masyarakat jepang berusaha
untuk mengubah agama islam menjadi shintoisme,mak dari itulah timbul perlawanan
dari umat islam, yang pada akhirnya pihak jepang meminta maaf pada masyarakat
muslim melalui wondoamiseno.
b.
Perkembangan
Seni Budaya Islam
Kesenian di Indonesia sangatlah
sederhana dan miskin.tidak seperti Negara lain yang memiliki daya seni
tinggi.Meskipun ada, itupan hanya meniru Negara lain dan tidaklah
sempurna.walupun demikian, islam datang ke Indonesia membawa kemajuan dan
kecerdasan[10].
Ø Batu Nisan
Bentuk karya seni yang pertama di
Indonesia adalah berbentuk batu nisan, hal itu dibuktikan dengan makam Sultan
Malik as-Shalehyang wafat tahun 1292.nisan itu didatangkan dari Gujarat sebagai
barang pesanan.Hal ini bertolak belakang dengan masyarakat hindu-buha yang
jasad umatnya tidak dikubur melainkan dibakar dan abunya disimpan dalam guci
atau candi.Nisan yang didatangkan dari Gujarat itu berbentuk lunas (bentuk
badan kapal terbalik) yang mengesankan pengaruh Persia.Pengaruh kebudayaan
setempat sering memengaruhi, sehingga ada bentu teratai, keris, atau bentuk
gunungan seperti gunungan pewayangan.Tapi ini tidak berkembang lebih
lanjut.Yang terkenal adalah makam Sultan Malik as-shaleh di Perlak dan Maulana
Malik Ibrahim di Gresik.
Ø Arsitektur
Indonesia memiliki dua corak
arsitektur, yaitu asli dan baru.Abad ke-16, arsitektur di Indonesia dipengaruhi
oleh hindu.yang memiliki ciri-ciri:
i.
Atap tumpang, yaitu
atap yang bersusun,semakin keatas semakin kecil dan yang paling atas biasanya
semacam mahkota.
ii.
Tidak ada menara
karenanya pemberitahuan waktu sholat dilakukan dengan beduk.
iii.
Masjid-masjid tua,
bahkan masjid yang dibangun didekat istana raja Yogya dan Solo mempunyai letak
yang tetap.
Ø Seni Sastra
Bidang sastra Indonesia banyak
pengaruhnya dari Persia, antara lain buku-buku yang kemudian disadur kedalam
bahasa Indonesia seperti Kalilah
Wadimmah, Bayam Budiman, Abu Nawas, Dan Kisah Seribu Satu Malam.kesusastraan
arab yang terkenal adalah syair,diantara
syair sufi yang terkenal adalah Hamzah Fansuri, seperti syair perahu.Adapula
yang berbentuk kaligrafi, hikayat(cerita
dongeng), babat(cerita yang digubah sebagi cerita
sejarah),dan suluk(kitab-kitab yang
berisi ajaran tasawuf).
Ø Seni Ukir
Di Indonesia banyak kita temui seni
ukir, khususnya di pulau jawa.Seperti candi-candi, dan gapura. Dalam islam, ada
hadist yang menyatakan untuk larangan melukiskan makhluk hidup, apalagi
manusia.Meskipun demikian ulama Indonesia berbeda paendapat, ada yang
membolehkan bahakan dapula yang melarang.Ada beberapa alasan ualama melarang
dan membolehkan seni ukir, yaitu:[11]
i.
Berfoto dilarang karena
menggambar makhluk hidup yang bernyawa.
ii.
Ada yang membolehkan
dengan syarat bentuknya tidak dapat diraba.
iii.
Ada yang mengatakan
boleh dengan syarat asalkan dalam rupa yang tidak mungkin makluk hidup itu
hidup.
iv.
Dengan melihat situasi
dan kondisi.yaitu dengan memperhatikan hikamah dari larangan itu.
c.
Perkembangan
Pendidikan Islam Di Indonesia
Ø Pendidikan Zaman Kerajaan
Islam
Samudra pasai dalah pusat
pendidikan tertua.Disana mereka berkumpul untuk berdiskusi tentang masalah
agama dan dunia, sebagaimana yang dikutip oleh ibnu Batutah dalam buku Rihlah Ibnu Batutah, bentuk pendidikan
masa koloni adalah berupa halaqah, mereka
melakukan halaqah di tempatpedagang islam.Meskipun dibidang politik pasai
mengalami kemunduran tapi tidak dengan pendidikan.Buktinya mereka masih melakukan proses pendidikan
dimesjid, istana, di rumah-rumah, serta di surau-surau. Pendidikan pada saat
itu dibagi menjadi dua kelompok, yaitu:[12]
i.
Tingkat dasar terdiri
atas pelajaran membaca, menulis, bahasa Arab, pengajian al-quran, dan ibadah
praktis.
ii.
Tingkat yang lebih
tinggidengan materi-materi ilmu fiqih, tasawuf, ilmu kalam, dan selainnya.
Ø Pendidikan Islam Zaman
Penjajahan
i.
Pendidkan zaman Belanda
Pendidikan islam pada masa Belanda
(tahun 1610 M), dibiarkan saja.Namun mereka mengubah sedikit demi
sedikit.belanda mulai melumpuhkan pendidkan islam di Indonesia, yang dimulai
dari daerah Yogyakarta dan Surakarta karena telah dikuasai oleh Belanda.
Sekolah-sekolah gereja malah sangat
diperlukan,yakni pada saat van den bosch jadi gubernur di Jakarta. Pendidikan
islam di Indonesia pada saat itu dianggap tidak membantu pemerintahan.Pendidikan
islam di Indonesia mengalami puncak kemundurannya sebelum tahun 1900 M.
Pada masa perubahan (1900) mulailah
didirikan pondok pesantren,dibuktikan dengan didirikan pondok pesantren oleh
K.H. Hasyim Asyari yang bernama pondok pesantren Tebuireng di jombang.dengan memiliki
beberapa tingakatan, yaitu:[13]
·
Madrasah Ibtidaiyah
enam tahun, mata pelajaran agama 70% dan pelajaran umum 30%.
·
Tsanawiyah tiga tahun,
70% pelajran agama dan 30% pelajaran umum.
·
Mu’alimin lima tahun.
·
Bagian pesantren yang
dilakuakan oleh almarhum K.H.Hasyim Asy’ari.
ii.
Pendidikan zaman Jepang
Pada masa penjajahan Jepang pendidikan
islam dibolehkan,hal ini dilakukan Jepang untuk memenangkan perang yang
dipimpin oleh Jepang.Adapun maksud Jepang membolehkan berdirinya tempat
pendidikan islam adalah untuk menumbuhkan kekuatan umat islam dan nasionalis
yang menguntungkan masyarakat Jepang.
Meskipun legalnya pendidikan pada
masa penjajahan Jepang, tapi tetap saja mengalami kemunduran. Namun, masalah
yang penting pada sekolaah itu (1942-1945) adalah nasionalisasi, bahasa
pengantar, serta pembentukan kader-kader muda untuk tugas berat dimasa datang.
Ø Pendidikan Zaman
Kemerdekaan
Pada saat kemerdekaan pendidikan mulai
mencapai kemajuan.Pada masa penjajahan proses beljar mengajar berlangsung di
mesjid-mesjid, disurau-surau, di rumah-rumah,bahkan di istana, maka pada saat
kemerdekaan mulai didirikan sekolah-sekolah formal dan bangunan yang khusus.
Pada masa kemerdekaan ini mulai banyak
sekolah-sekolah,baik Ibtidaiyah(MIN/SD),Tsanawiyah(MTS/SMP),Aliyah(MAN/SMA),bahkan
universitas umum ataupun uneversitas islam.
B.
MALAYSIA
a.
Sejarah
dan Pemerintahan
Sejarah
modern Malaysia dimulai pada abad ke-14 dan ke-15 dengan kerajaan Malaya dari
malaka. Sedikitnya 100 tahun lebih- masa
keemasan Malaya – kemakmuran ini dan kerajaan yang sedang berkembang adalah
pusat penyebaran utama islam dan pusat kegiatan politik dan ekonomi dunia
Malaya. Bagian yang sungguh-sungguh dari apa yang dikenalkan oleh kekuasaan
raja malaka. Setelah kedatangan portugis, kesultanan Malaya menhgalami
kehancuran tidak lagi pernah lagi dilindungi, malaka pernah dikuasai perancis
pada tahun 1511, belanda pada tahun 1641, dan inggris pada tahun 1985. Periode
pada masa penjajahan, sejak tahun 1850 perkembangan orang-orang inggris
dipenang dan malaka adalah dua pusat utama kegiatan perdagangan dan pengaruh
berat. Sementara itu pada tahun 1841 Sir james brooke seorang pensiunan perwira
angkatan bersenjata yang telah banyak
membantu sultan brunai di pulau Kalimantan di tempatkan sebagai raja di bagian
serawak. Sisa serawak ini bebas sampai berada dalam proteksi inggis pada tahun
1888. Politik inggris di Malaysia, yang
sebelumnya tidak ada campur tangan, dasarnya diubah pada tahun 1874 pada
perjanjian pangkor. Kemudian pejabat inggris yang menjadi presiden di Negara
bagian perak untuk menasehati pemerintah dan organisasi. Sarannya harus
diterima oleh sultan pada setiap masalah-masalah kecuali masalah-masalah
mengenai agama islam dan budaya Malaya. Demikian telah dibangun hubungan antara
inggris dan Negara bagian Malaya yang berlangsung sampai mendapat kemerdekaan
utuh sebagai bagian dari federasi Malaya pada tahun 1957. Pada tahun 1896,
Negara bagian negeri Sembilan, Pahang, dan Selangor telah menerima pemerintah inggris untuk
bergabung dengan perak dalam asosiasi tertutup yang dikenal dengan federasi
Negara-negara bagian Malaya, di bawah bagian-bagian yang didelegasikan dari
kedaulatan individu ke organisasi federal pusat di kualalumpur. Selama satu
sampai dua decade dari dua puluh abad, kelima Negara bagian Malaya lainnya,
seperti johor, kedah, kalantan, perlis,
dan trengganu dikenal bukan hanya sebagai Negara – Negara Malaya yang
dimasukkan pada kesamaan, tetapi juga karena hubungan yang lepas dengan kantral
inggris; dua system ini berlangsung sampai invasi jepang pada bulan desember
tahun 1941.
b.
Perang
dunia II dan kemerdekaan
Selama
perang dunia II tentara jepang menduduki
semenanjung Malaya selama 3,5 tahun dan membawa penderitaan yang besar bagi
penduduk. Inggris kembali menduduki semenanjung Malaya pada bulan Agustus tahun
1945,dan April 1946 dengan perjanjian yang tidak diharapkan dari raja-raja
Malaya, kemudian ditentukan konstitusi baru untuk mewujudkan persatuan
orang-orang melayu.demi kepentingan penguasa inggris, dan lebih banyak untuk
memusatkan bentu pemerintahannya, akhirnya banyak kekuatan sultan yang
berdaulat digerakkan kembali. Gerakan ini bagaimanapun diikuti oleh
tekanan-tekanan dan proses-proses yang meledakkan sebagian masyarakat. Akibatnya,
pada tanggal 1 februari 1948 inggris membubarkan kesatuan Malaya dan mendirikan
federasi Malaya. Empat bulan berikutnya pemberontakan komunis dimulai dan pada
tanggal 16 juni pemerintah federal mendeklarasikan Negara yang berdaulat yang
bertahan sampai 31 juli 1960. Selama periode ini 5.000 sampai 6.000 hutan-
dihuni para teroris komunis, terutama orang- orang china yang didukung oleh
kurang lebih 10.000 ribu simpatisan yang tinggal dikota-kota dan desa-desa,
untuk berusaha menghancurkan perekonomian dan pemerintahan melalui kekerasan
dan subversi. Pada tanggal 31 agustus 1951, melalui perjanjian antara inggris
dan raja-raja Negara bagian Malaya, ferderasi Malaya menjadi wilayah yang
merdeka dan berdaulat, dari penang dan malaka yang dahulu milik inggris
diserahkan kembali oleh inggris untuk menjadi dua dari sebelas bagian Negara
Malaya.
Malaysia
pada tahun 1959. Sebagai antisipasi kebebasan penuh akhirnya di rancang pada
tahun 1963, perdana mentri Lee Kwan Yew
mengajukan penggabungan singapura dengan Malaya.perdana mentri Malaya Abdullah
Rahman, yang khawatir akan kemungkinan besar ketidak seimbangan rasional,
muncul dengan konsepnya sendiri tentang federasi Malaya, dengan wilayah yang
lebih luas tidak hanya meliputi Malaya dan singapur, tapi juga bagian utara
Kalimantan. Pada tanggal 9 juli 1963, pemerintah inggris secara formal setuju
pada federasi sabah ( Kalimantan selatan),serawak, dan singapura, dengan
federasi Malaya untuk membentuk Negara Malaysia.saat-saat terakhir kesultanan
brunai memilih untuk kembali keproteksi inggris di luar federasi baru dalam
usaha untuk mendamaikan Indonesia dan Filipina, perdana mentri Abdul rahman
mengadakan pertemuan dengan presiden soekarno dan presiden diosdado macapagal
di manila pada bulan juli-agustus 1963,dan setuju untuk membiarkan perserikatan
bangsa-bangsa memastikan pendapat umum atas rencana penggabungan sabah dan
serawak setelah tim survey PBB memberitakan bahwa masyarakat kedua nega setuju
akan penggabungan Malaysia,kemudian resmi menjadi anggota pada tanggal 16
september 1963 dan tuanku abdul rahmansebagai perdana mentri pertama.
Pada
tahun 1964 tekanan-tekanan membawa bentuk pada serangan gerilya, melewati
pebatasan Malaysia di Kalimantan bagian selatan dan dari penyusupan pasukan
payung sebagai usaha untuk mendirikan cabang gerilya di semenanjung Malaya.
Bahaya tambahan bahwa intervensi inggris bisa memberikan kepercayaan untuk
pengakuan orang-orang Indonesia bahwa pembentukkan Malaysia hanya rencana para
imperialis untuk menghidupkan pengaruh inggris di asia tenggara. Dalam tambahan
atas kekuatan asing, Malaysia dengan mudah terkena perselisihan internal,
ketegangan nasional yang ditakutkan oleh
perdana mentri abdul rahman yang meledak pada musim panas pada tahun 1964,
yakni saat orang-orang melayu dan china bentrok di jalan-jalan yang
mengakibatkan 21 orang tewas. Pada tanggal 9 agustus 1965 kurang dari 2 tahun
setelah pembentukan Negara baru, singapura memisahkan diri dan menjadi Negara
merdeka.
c.
Pemerintahan
Konstitusi
Malaya menetapkan bahwa yang dipertuan agung (kepala Negara) dipilih oleh
raja-raja Negara Malaya untuk jangka waktu 5 tahun.legeslatif nasional adalah
pemerintah federal yang tediri atas dua departemen,dewan Negara (senat) dan
dewan rakyat (departemen kerakyatan).kekuatan nyata eksekutif dilaksanakan oleh
perdana mentri yang ditetapkan oleh kepala Negara dan harus dari anggota
departemen kerakyatan yang memerintah bagi enam kekuatan mayoritas dari
keanggotaan atas saran perdana mentri. Di bawah raja atau gubernur dari setiap
Negara bagian memiliki pemerintahan sendiri yang dibentuk sebagai dewan
eksekutif Negara; yang menangani masalah-masalah yang tidak dapat diselesaikan
oleh kekuatan federal termasuk masalah-masalah muslim dan budaya melayu. Partai-partai
politik baru ada sebelum tahun 1946 di wilayah berdirinya Malaysia.
Partai-partai politik terbesar di Malaya adalah aliansi partai Negara, yakni;
partai persatuan islam Malaya, partai masyarakat maju front sosialis dan partai
kesatuan democrat (UDP). Partai aliansi menjadi kekuatan utama di tahun 1955,
dan sebagai penolong bagi pembentukan Malaysia.partai politik yang paling besar
dan paling aktif di serawak adalah partai persatuan rakyat.
d.
Masyarakat
Sekitar
45% penduduk Malaysia adalah melayu dan china, sisanya adalah orang-orang india,
Pakistan, seilon, orang – orang eropa, Eurasia ( indo asia dan eropa), dayak,
dan suku asli Kalimantan. Perpindahan orang-orang melayu pertama bergerak
berasal dari china bagian utara, kemungkinan antara 2.500 dan 1.500 juta abad
lalu. Dengan meningkatnya perubahan dan penyebarluasan orang-orang Malaysia
atau orang melayu polinesia di wilayah pertama, mereka lalu dapat tambahan
perpindahan penduduk kembali ke semenanjung lainnya, terutama sekali di Sumatra
dan jawa. Kemungkinan mayoritas orang china di Malaysia menurun dari jumlah
yang besar sebagai tenaga kerja migrant yang datang untuk bekerja di
pertambangan timah da perkebunan karet di akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20.
Orang- orang melayu adalah muslim dan islam adalah agama Negara, namun komunitas
lain menikmati kebebasan beragama di kawasan ini. Orang- orang china umumnya
penganut budha,konfusionis atau tao, sementara mayoritas orang india adalah
penganut hindu. Kebanyakan orang indo eropa adalah penganut katholik roma atau
protestan.orang- orang dayak di serawak umumnya mengikuti animisme, walaupun
sebagiannya pindah ke kepercayaan yang lain.
Melayu
adalah bahasa nasional mereka walaupun bahasa inggris lebih banyak di
gunakan.mayoritas orang china dan india belum sepenuhnya menggunakan bahasa melayu.
Sekolah- sekolah gratis disediakan oleh pemerintah untuk orang – orang melayu
sejak tahun 1880, sementara bagi anak – anak mereka untuk beberapa tahun dari
semua ras mengikuti sekolah dasar pemerintah gratis, dan sejumlah sekolah
teknik serta sekolah – sekolah spesialisasi.
e.
Aktivitas
perekonomian
Pada
umumnya orang – orang Malaysia bermata pencaharian di bidang pertanian,
sebagian tenaga administrasi Negara, polisi atau angkatan bersenjata; orang –
orang china di bidang perdagangan dan industry, terutama di pertambangan timah,
lahan – lahan persawahan dan pemilik – pemilik toko. Orang – orang india,
srilangka, dan Pakistan banyak bergelut di bidang bisnis, pejabat pemerintahan,
dan sebagian di pertanian. Orang – orang indo – eropa banyak bergerak di
pejabat pemerintahan dan bisnis. Sementara orang – orang dayak pesisir biasanya
bermata pencaharian sebagai nelayan, sedangkan dayak pedalaman bermata
pencaharian dengan berburu dan bertani. Standar kehidupan masyarakat Malaysia
betul – betul didasarkan atas kekayaan sumber daya alam seperti karet, timah,
logam, kayu, kopra, dan kelapa sawit. Sejak tahun 1877 pengembangan pohon karet
menjadi produk utama Negara, setelah karet adalah timah yang sangat besar
memberi kontribusi bagi perdagangan Negara. Hasil – hasil pertanian lain yang
cukup signifikan bagi ekonomi masyarakatnya adalah beras, lada, teh, kopi,
serta buah – buahan musiman.
Transportasi
wilayah Malaysia sebagian besar didasarkan oleh perusahaan kereta api, dengan
rute dari singapura hingga ke perbatasan Thailand, yang dikembangkan dengan
rute – rute cabang lainnya menyatukan dengan kota – kota sekitarnya. Di serawak
Kalimantan, hanya ada satu jalur kereta api warisan dari inggris dengan rute
jesselton di pantai gaya sampai melalap dengan rute ke beaufort.
f.
Upaya
membangun wilayah melayuisme
Bahasa
melayu adalah bahasa islam. Yakni lahir dari dalam peradaban muslim di asia
tenggara. Dalam khazanah kesusastraan melayu, para ulama telah membangun dan
menggunakan bahasa melayu islam.watak kedua bahasa ini telah berpengaruh pada
pusaran kebudayaan melayu dalam lingkungan masyarakat muslim di Malaysia. Namun
kini, setelah proses latinisasi hamper berhasil, umat islam telah kehilangan
bahasa dan aktivitas tulisan melayu yang dekat dengan islam (qur’an). Di
semenanjung Malaya, pada abad X daerah kekuasaan kerajaan malaka telah menerima
islam. Sampai saat ini islam menjadi agama resmi Negara federasi Malaysia.
Undang – undang malaka ( dikompilasi pada 1450) dengan jelas berisi hokum islam
yang menetapkan bahwa pemerintahan malaka harus dijalankan sesuai dengan hokum qur’ani. Prasasti
trengganu, pada 1308, juga secara jelas menunjukkan pelaksanaan hokum islam di
kerajaan tersebut. System pendidikan islam tradisional tetap bertahan. Pondok,
surau, dan madrasah muncul sebagai pusat pengajaran agama yang sangat penting.
Untuk mendapatkan pendidikan lanjutan di bidang pengetahuan agama, orang masih
tetap harus mencarinya di Timur Tengah. Di bidang ekonomi, mayoritas orang –
orang melayu bermata pencaharian sebagai petani dan nelayan. Kelas para
pedagang melayu tiba – tiba tersingkir. Hanya kaum muslim yang bersifat
cosmopolitan sajalah yang bisa bertahan.pola perkembangan yang tidak seimbang
antara orang – orang melayu dan orang – orang imigran pun muncul.
Pada
masa pemerintahan inggris, urusan – urusan agama dan adat melayu local berada
di bawah yurisdiksi sultan – sultan dan hal ini diatur melalui sebuah
departemen, sebuah dewan ataupun kantor sultan. Tetapi setelah 1948, setiap
Negara bagian dalam federasi Malaya telah membentuk sebuah departemen urusan agama.orang
– orang muslim di Malaysia juga tunduk pada hokum islam yang diterapkan sebagai
hokum status pribadi, dan tunduk pada yurisdiksi pengadilan agama ( mahkamah
syriah) yang diketahui oleh hakim agama.
Di
Malaysia, penduduk muslim tidak lebih dari 55 persen dari seluruh jumlah
penduduk. Meskipun tidak semua orang muslim adalah melayu, secara
konstitusional, orang melayu mesti muslim. Untuk tujuan politik, penduduk asli
Malaysia disebut bumi putera sedangkan penduduk bukan asli atau kaum pendatang
disebut nonbumiputera. Salah satu masalah besar yang dihadapi Malaysia adalah
bangkitnya kesadaran orang melayu, yang menunjukkan hubungan konfrontatif
antara kekuatan nasionalisme dengan islam. Mereka tidak sekedar memurnikan
agama dari pengaruh – pengaruh non – islam, namun juga semakin melihat adanya
kontradiksi antara tujuan – tujuan islam.
Di
samping itu, memang factor etnik lebih dominan dan bagaimanapun juga tetap
merupakan sesuatu yang penting dalam percaturan politik di Malaysia.
Kepentingan kaum muslim diwakili dalam sejumlah partai politik, yaitu United
Malay National Organization (UMNO) dan partai islam (PAS) yang
merupakan partai oposisi. Forum interetnik terdapat dalam front nasional yang
berkuasa, yang merupakan koalisi dari dua belas partai politik yang mewakili
komunitas – komunitas yang berbeda di Malaysia. UMNO adalah komponen terbesar
dan paling senior di tubuh Front Nasional. Partai opsisi non- islam yaitu Democratic Action Party (DAP) mengklaim
sebagai partai multiagama dan multirasial, namun dalam kenyataannya mendukung
kepentingan kelompok china. Peranan islam dalam politik lebih kentara di
Malaysia terutama di tahun 1980-an. PAS menyatakan dalam kempanye untuk
membentuk Negara islam. Partai ini mendapat dukungan masyarakat yang cukup
besar di Negara-negara yang didominasi muslim seperti Kelantan, trengganu,
kedah, dan perlis.
Di
antara organisasi islam lain, Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM) berada di
barisan terdepan dalam mempromosikan citra positif tentang islam kepada kaum
islam dan juga masyarakat non-muslim. Darul Aqram di sisi lain, membentuk
gerakan nonpolitik yang bertujuan mewujudkan gaya hidup sebagaimana dijalankan
oleh masyarakat islam pertama di zaman Nabi Muhammad Saw. Orang-orang melayu
disengaja ataupun tidak, tetap memiliki hubungan yang baik dengan sesama warga
yang nonmuslim.
C.
BRUNEI
DARUSSALAM
Islam
merupakan agama kerajaan berunai Darussalam. Kesul tanan Brunai telah
megislamkan wilayah-wilayah kekuasaannya. Dalam tulisan menarik yang meguraikan
tentag masyarakat Berunai (lima abad lalu) yang mukim di jerudog disebut orang
kedayan, berasal dari jawa. Leluhur mereka tiba d Brunai pada masa daulat
Sultan Bolkiah. Inilah suku yag pertama tinggal di Brunai.
Semula
Kesultanan Brunei merupakan Negara persemakmuran Inggiris aejak tahun 1888.
Meskipun demikian, susunan hierarki tradisional tetap bertahan. Agama dan
pendidikan agama tetap memainkan peranan penting dalam kehidupan masyarakat,
yang menyadarkan identitas Islam orang-orang Melayu Brunei. Bahasa Melayu tetap
menjadi media pengajaran keagamaan dan komunasi diantara kaum muslim brunei.
Brunei
mengalami proses islamisasi ketika kerajaannya telah berdiri. Kenyataan ini
tidak jauh berbeda dengan pattani atau malaka, tidak saja melihat kepedalaman
tetapi juga keseberangan lautan, dalam menjalankan peranannya seabagai
“jembatan penyeberangan “ islam. Keluarga kerajaan brunei mendirikan suatu
organisasi kekuasaan supradesa diteluk Manila (Luzon). “kesultanan yang baru
pada tahap pertubuhan inilah yang dihadapi oleh Spanyol ketika mereka mendarat
dimanila pada tahun 1570.
Sebagai
agama resmi, islam mendapat perlindungan dari Negara. Dominasi keluarga
kerajaan dibidang pemerintahan dan tidak adanya demokrasi politik memungkinkan
pemerintah memberitahukan kebijaksanaan dibidang agama dan umum lainnya tanpa
banyak kesulitan. Brunei sagat berhati-hati tterhadap pengaruh dari luar.
Tampaknya masyrakat feudal teradisional ini akan tetap bertahan sampai kapan.
Kerajaan
brunei Darussalam, Negara yang menyatakan proklamsi kemerdekaannya tahun 1984
ini, konstitusinya secara tegas menyatakan bahwa Negara tersebut adalah Negara
Islam untuk dikaji dalam menyaksikan lahirnya
kepemimpinan dan lahirnya Negara baru didunia islam. Perkembangan dan
pandangan politik umat islam terseut terkait erat dengan perkembangan pemikiran
terhadap nash yang berkaitan dengan kepemimpinan. Apabila kita melihat
perkembangan Brunei, tampak sejalan dengan penerapan prinsip-prinsip Ahlus Sunnah
Wal Jamaah yang berimplikasi pada politik pada kehidupan ummat islam di Brunei
Darussalam.
Sejak
akhir abad XIX sampai abad XX, masyarakat brunei terlihat perkembangan
kehidupan keagamaannya sangat signifikan, baik pada tingkat kelembangaan maupun
penerapan ide-ide reformasi. Dengan masuknya Sufi Shadiliyah dan Qadiriyahwa Naqsabadiyah serta
penekanan terhadap teks standar fikih,
secara langsung berpengaruh kepada perkembangan skripturalisasi kehidupan
beragama. Perubahan administrasi ketatanegaraan pada peralihan abad ini juga
besar pepengaruhnya terhadap proses skripturalisasi dan reformasi keamanan,
karena sultan memiliki wewenang penuh dalam bidang agama, bahkan karena
wewenang itulah hubungan antara sultan dan agama menjadi sangat kuat.
Dengan
demikian, perubahan politik dan dinamika agama yang dilancarkan pemerintah juga
berimbas pada reformasi kehidupan ummat beragama. Reformasi dalam bidang
pendidikan agama yang semula dilakukan secara pribadi oleh para ulama melalui
lembaga yang dimilikinya. Namun priode modern, pendidikan agama yang lebih
sistematika mulai diperkenalkan.
Guru-guru agama harus ditatar disekolah agama yang dikenal. Agama juga menjadi
salah satu mata pelajaran yang diterapkan di seluruh sekolahan.
DAFTAR PUSTAKA
Thohir
Ajid, Studi Kawasan Dunia Islam,(
Jakarta : PT Rajagrafindo Persada,2009)
Azra Azyumardi , Islam Asia Tenggara,(Bandung : PT
Remaja rosdakarya, Cetakan ketiga,
2006),
Hasdi Al-Barry
Sofyan,Kamus Ilmiyah Kontemporer,
(Bandung: Pustaka Setia, 1999)
Yatim Badri,Sejarah Peradaban Islam,(Jakarta:Rajagrafindo
Persada,1993)
Sunanto Musyrifah,
sejarah peradabn islam, (Jakarta: PT rajagrafindo,2005)
[2] Azyumardi
azra , Islam Asia Tenggara,(Bandung :
PT Remaja rosdakarya, Cetakan ketiga,
2006), hal.31-32.
[3] Azyumardi
azra , Islam Asia Tenggara,(Bandung:PT
Remaja rosdakarya, Cetakan ketiga
2006), hal.23
[6] Musyrifah sunanto, sejarah peradabn islam, (Jakarta: PT
rajagrafindo,2005),hal.8
[7] Badri Yatim,Sejarah Peradaban
Islam,(Jakarta:Rajagrafindo Persada,1993) hal.205
[9] Musyrifah sunanto, sejarah peradabn islam, (Jakarta: PT
rajagrafindo,2005),hal.30
[10] Musyrifah sunanto, sejarah peradabn islam, (Jakarta: PT
rajagrafindo,2005),hal.92
[11] Musyrifah sunanto, sejarah peradabn islam, (Jakarta: PT
rajagrafindo,2005),hal.102
[12] Musyrifah sunanto, sejarah peradabn islam, (Jakarta: PT
rajagrafindo,2005),hal.106
[13] Musyrifah sunanto, sejarah peradabn islam, (Jakarta: PT
rajagrafindo,2005),hal.122
Belum ada Komentar untuk "SEJARAH PERADABAN ISLAM DI ASIA TENGGARA"
Posting Komentar