14 Khalifah Bani Umayyah dan Prestasinya
Khalifah Bani umayyah 1 : Muawiyah ibn Abi Sufyan (661-681 M)
Muawiyah ibn Abi Sufyan adalah pendiri Daulah Bani Umayyah dan menjabat
sebagai Khalifah pertama. Ia memindahkan ibu kota dari Madinah al Munawarah ke kota
Damaskus dalam wilayah Suriah. Pada masa pemerintahannya, ia melanjutkan
perluasan wilayah kekuasaan Islam yang terhenti pada masa Khalifah Ustman dan
Ali. Disamping itu ia juga mengatur tentara dengan cara baru dengan meniru
aturan yang ditetapkan oleh tentara di Bizantium, membangun administrasi
pemerintahan dan juga menetapkan aturan kiriman pos. Muawiyah meninggal Dunia
dalam usia 80 tahun dan dimakamkan di Damaskus di pemakaman Bab Al-Shagier
Khalifah Bani umayyah 2 : Yazid ibn Muawiyah (681-683 M)
Lahir pada tahun 22 H/643 M. Pada tahun 679 M, Muawiyah mencalonkan
anaknya, Yazid, untuk menggantikan dirinya. Yazid menjabat sebagai Khalifah
dalam usia 34 tahun pada tahun 681 M. Ketika Yazid naik tahta, sejumlah tokoh
di Madinah tidak mau menyatakan setia kepadanya. Ia kemudian mengirim surat
kepada Gubernur Madinah, memintanya untuk memaksa penduduk mengambil sumpah
setia kepadanya. Dengan cara ini, semua orang terpaksa tunduk, kecuali Husein
ibn Ali dan Abdullah ibn Zubair.
Bersamaan dengan itu, Syi’ah (pendukung Ali) melakukan konsolidasi
(penggabungan) kekuatan kembali. Perlawanan terhadap Bani Umayyah dimulai oleh
Husein ibn Ali. Pada tahun 680 M, ia pindah dari Mekkah ke Kufah atas
permintaan golongan Syi’ah yang ada di Irak. Umat Islam di daerah ini tidak
mengakui Yazid. Mereka mengangkat Husein sebagai Khalifah. Dalam pertempuran
yang tidak seimbang di Karbela, sebuah daerah di dekat Kufah, tentara Husein
kalah dan Husein sendiri mati terbunuh. Kepalanya dipenggal dan dikirim ke
Damaskus, sedang tubuhnya dikubur di Karbala (Yatim, 2003:45). Ia meninggal
pada tahun 64 H/683 M dalam usia 38 tahun dan masa pemerintahannya ialah tiga
tahun dan enam bulan.
Khalifah Bani umayyah 3 : Muawiyah ibn Yazid (683-684 M)
Muawiyah ibn Yazid menjabat sebagai Khalifah pada tahun 683-684 M dalam
usia 23 tahun. Dia seorang yang berwatak lembut. Dalam pemerintahannya, terjadi
masa krisis dan ketidakpastian, iaitu timbulnya perselisihan antar suku
diantara orang-orang Arab sendiri. Ia memerintah hanya selama enam bulan.
Khalifah Bani umayyah 4 : Marwan ibn Al-Hakam (684-685 M)
Sebelum menjabat sebagai penasihat Khalifah Ustman bin Affan, ia berhasil
memperoleh dukungan dari sebagian orang Syiria dengan cara menyuap dan
memberikan berbagai hak kepada masing-masing kepala suku. Untuk mengukuhkan
jabatan Khalifah yang dipegangnya maka Marwan sengaja mengawini janda Khalifah
Yazid, Ummu Khalid.
Selama masa pemerinthannya tidak meninggalkan jejak yang penting bagi
perkembangan sejarah Islam. Ia wafat dalam usia 63 tahun dan masa
pemerintahannya selama 9 bulan 18 hari.
Khalifah Bani umayyah 5 : Abdul Malik ibn Marwan (685-705 M)
Abdul Malik ibn Marwan dilantik sebagai Khalifah setelah kematian ayahnya,
pada tahun 685 M. Dibawah kekuasaan Abdul Malik, kerajaan Umayyah mencapai
kekuasaan dan kemulian. Ia terpandang sebagai Khalifah yang perkasa dan
negarawan yang cakap dan berhasil memulihkan kembali kesatuan Dunia Islam dari
para pemberontak, sehingga pada masa pemerintahan selanjutnya, di bawah
pemerintahan Walid bin Abdul Malik
Daulah bani Umayyah dapat mencapai puncak kejayaannya. Ia meninggal pada
tahun 705 M dalam usia yang ke-60 tahun. Ia meninggalkan karya-karya terbesar
didalam sejarah Islam. Masa pemerintahannya berlangsung selama 21 tahun, 8
bulan. Dalam masa pemerintahannya, ia menghadapi sengketa dengan Abdullah ibn
Zubair.
Khalifah Bani umayyah 6 : Al-Walid ibn Abdul Malik (705-715 M)
Masa pemerintahan Walid ibn Malik adalah masa ketentraman, kemakmuran dan
ketertiban. Umat Islam merasa hidup bahagia. Pada masa pemerintahannya tercatat
suatu peristiwa besar, iaitu perluasan wilayah kekuasaan dari Afrika Utara
menuju wilayah Barat daya, benua Eropa, iaitu pada tahun 711 M. Perluasan
wilayah kekuasaan Islam juga sampai ke Andalusia (Sepanyol) dibawah pimpinan
panglima Thariq bin Ziad. Perjuangan panglima Thariq bin Ziad mencapai
kemenangan, sehingga dapat menguasai kota Kordova, Granada dan Toledo.
Selain melakukan perluasan wilayah kekuasaan Islam, Walid juga melakukan
pembangunan besar-besaran selama masa pemerintahannya untuk kemakmuran
rakyatnya. Khalifah Walid ibn Malik meninggalkan nama yang sangat harum dalam
sejarah. Daulah Bani Umayyah dan merupakan puncak kebesaran Daulah tersebut.
Khalifah Bani umayyah 7 : Sulaiman ibn Abdul Malik (715-717 M)
Sulaiman Ibn Abdul Malik menjadi Khalifah pada usia 42 tahun. Masa
pemerintahannya berlangsung selama 2 tahun, 8 bulan. Ia tidak memiliki
kepribadian yang kuat hingga mudah dipengaruhi penasehat-penasehat disekitar
dirinya. Menjelang saat terakhir pemerintahannya barulah ia memanggil Gubernur
wilayah Hijaz, iaitu Umar bin Abdul Aziz, yang kemudian diangkat menjadi
penasehatnya dengan memegang jabatan wazir besar.
Hasratnya untuk memperoleh nama baik dengan penaklukan ibu kota
Constantinople gagal. Satu-satunya jasa yang dapat dikenangnya dari masa
pemerintahannya ialah menyelesaikan dan menyiapkan pembangunan Jamiul Umawi
yang terkenal megah dan agung di Damaskus.
Khalifah Bani umayyah 8 : Umar Ibn Abdul Aziz (717-720 M)
Umar ibn Abdul Aziz menjabat sebagai Khalifah pada usia 37
tahun . Ia terkenal adil dan sederhana. Ia ingin mengembalikan corak
pemerintahan seperti pada zaman khulafaur rasyidin. Pemerintahan Umar
meninggalkan semua kemegahan Dunia yang selalu ditunjukkan oleh orang Bani
Umayyah.
Ketika dinobatkan sebagai Khalifah, ia menyatakan bahwa
mempernaiki dan meningkatkan negeri yang berada dalam wilayah Islam lebih baik
daripada menambah perluasannya (Amin, 1987:104). Ini berarti bahwa prioritas
utama adalah pembangunan dalam negeri. Meskipun masa pemerintahannya sangat
singkat, ia berhasil menjalin hubungan baik dengan Syi’ah. Ia juga memberi
kebebasan kepada penganut agama lain untuk beribadah sesuai dengan keyakinan
dan kepercayaannya.
Kedudukan mawali (orang Islam yang bukan dari Arab)
disejajarkan dengan Muslim Arab. Pemerintahannya membuka suatu pertanda yang
membahagiakan bagi rakyat. Ketakwaan dan keshalehannya patut menjadi teladan.
Ia selalu berusaha meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Ia meninggal pada
tahun 720 M dalam usia 39 tahun, dimakamkan di Deir Simon.
Khalifah Bani umayyah 9 : Yazid ibn Abdul Malik (720-724 M)
Yazid ibn Abdul Malik adalah seorang penguasa yang sangat
cenderung kepada kemewahan dan kurang memperhatikan kehidupan rakyat.
Masyarakat yang sebelumnya hidup dalam ketentraman dan kedamaian, pada zamannya
berubah menjadi kacau. Dengan latar belakang dan kepentingan etnik politis,
masyarakat menyatakan konfrontasi terhadap pemerintahan Yazid.
Pemerintahan Yazid yang singkat itu hanya mempercepat proses
kehancuran Bani Umayyah. Pada waktu pemerintahan inilah propaganda bagi
keturunan Bani Abas mulai dilancarkan secara aktif. Dia wafat pada usia 40
tahun. Masa pemerintahannya berlangsung selama 4 tahun, 1 bulan.
Khalifah Bani umayyah 10 : Hisyam ibn Abdul Malik (724-743 M)
Hisyam ibn Abdul Malik menjabat sebagai Khalifah pada usia
yang ke 35 tahun. Ia terkenal negarawan yang cakap dan ahli strategi militer.
Pada masa pemerintahannya muncul satu kekuatan baru yang menjadi tantangan
berat bagi pemerintahan Bani Umayyah. Kekuatan ini berasal dari kalangan Bani
Hasyim yang didukung oleh golongan mawali dan merupakan ancaman yang sangat
serius. Dalam perkembangan selanjutnya, kekuatan baru ini mampu menggulingkan
Dinasti Umayyah dan menggantikannya dengan Dinasti baru, Bani Abbas.
Pemerintahan Hisyam yang lunak dan jujur menyumbangkan jasa
yang banyak untuk pemulihan keamanan dan kemakmuran, tetapi semua kebajikannya
tidak bisa membayar kesalahan-kesalahan para pendahulunya, kerana gerakan
oposisi terlalu kuat, sehingga Khalifah tidak mampu mematahkannya
Meskipun demikian, pada masa pemerintahan Khalifah Hisyam
kebudayaan dan kesusastraan Arab serta lalu lintas dagang mengalami kemajuan.
Dua tahun sesudah penaklukan pulau Sisily pada tahun 743 M, ia wafat dalam usia
55 tahun. Masa pemerintahannya berlangsung selama 19 tahun, 9 bulan.
Sepeninggal Hisyam, Khalifah-Khalifah yang tampil bukan hanya lemah tetapi juga
bermoral buruk. Hal ini makin mempercepat runtuhnya Daulah Bani Ummayyah.
Khalifah Bani umayyah 11 : Walid ibn Yazid (743-744 M)
Daulah Abbasiyah mengalami kemunduran dimasa pemerintahan
Walid ibn Yazid. Ia berkelakuan buruk dan suka melanggar norma agama. Kalangan
keluarga sendiri benci padanya. Dan ia mati terbunuh. Meskipun demikian,
kebijakan yang paling utama yang dilakukan oleh -Walid ibn Yazid ialah
melipatkan jumlah bantuan sosial bagi pemeliharaan orang-orang buta dan
orang-orang lanjut usia yang tidak mempunyai famili untuk merawatnya. Ia
menetapkan anggaran khusus untuk pembiayaan tersebut dan menyediakan perawat
untuk masing-masing orang. Dia sempat meloloskan diri dari penangkapan
besar-besaran di Damaskusyang dilakukan oleh keponakannya. Masa pemerintahannya
berlangsung selama 1 tahun, 2 bulan. Dia wafat dalam usia 40 tahun.
Khalifah Bani umayyah 12 : Yazid ibn Walid (Yazid III) (744
M)
Pemerintahan Yazid ibn Walid tidak mendapat dukungan dari
rakyat, kerana perbuatannya yang suka mengurangi anggaran belanja negara. Masa
pemerintahannya penuh dengan kemelut dan pemberontakan. Masa pemerintahannya
berlangsung selama 16 bulan. Dia wafat dalam usia 46 tahun.
Khalifah Bani umayyah 13 : Ibrahim ibn Malik (744 M)
Diangkatnya Ibrahim menjadi Khalifah tidak memperoleh suara
bulat didalam lingkungan keluarga Bani Umayyah dan rakyatnya. Kerana itu,
keadaan negara semakin kacau dengan munculnya beberapa pemberontak. Ia
menggerakkan pasukan besar berkekuatan 80.000 orang dari Arnenia menuju Syiria.
Ia dengan suka rela mengundurkan dirinya dari jabatan khilafah dan mengangkat
baiat terhadap Marwan ibn Muhammad. Dia memerintah selama 3 bulan dan wafat
pada tahun 132 H.
Khalifah Bani umayyah 14 : Marwan ibn Muhammad (745-750 M)
Beliau seorang ahli negara yang bijaksana dan seorang
pahlawan. Beberapa pemberontak dapat ditumpas, tetapi dia tidak mampu
mengahadapi gerakan Bani Abbasiyah yang telah kuat pendudkungnya.
Marwan ibn Muhammad melarikan diri ke Hurah, terus ke Damaskus. Namun Abdullah bin Ali yang ditugaskan membunuh Marwan oleh Abbas As-Syaffah selalu mengejarnya. Akhirnya sampailah Marwan di Mesir. Di Bushair, daerah al Fayyun Mesir, dia mati terbunuh oleh Shalih bin Ali, orang yang menerima penyerahan tugas dari Abdullah. Marwan terbunuh pada tanggal 27 Dzulhijjah 132 H\5 Agustus 750 M. Dengan demikian tamatlah kedaulatan Bani Umayyah, dan sebagai tindak lanjutnya dipegang oleh Bani Abbasiyah.

Belum ada Komentar untuk "14 Khalifah Bani Umayyah dan Prestasinya"
Posting Komentar