Contoh Teks Negosiasi
Teks Negosiasi Jual Beli Tanah
OrientasiPak Fikri: "Selamat siang, bapak Valent. Bagaimana kabarnya? (sambil berjabat tangan)."
Pak Valent: "Alhamdulillah baik, pak."
Pak Fikri: "Baik langsung saja ya. Saya dengar dari bapak Anas, bapak Valent ini mau jual tanah yang ada di jl. Mochammad Kertawijaya no. VI itu pak? Apa betul?"
Pak Valent: "Oh iya pak betul. Di situ tanahnya memang mau saya jual. Bapak tertarik?"
Permintaan
Pak Fikri: "Benar, pak. Saya berminat beli tanah di situ untuk ladang usaha baru saya. Lokasinya juga saya lihat ramai-ramai terus ya. Harganya berapa ya?"
Pemenuhan
Pak Valent: "Tanahnya saya jual Rp2 miliar pak. Itu sudah termasuk biaya balik namanya. Gimana? hehe."
Pak Fikri: "Wah fantastis sekali ya hahaha. Saya kira Rp1 miliar sudah dapat pak."
Pak Valent: "Wah belom, pak. Tanah di sebelahnya punya H. Asep malah dulu laku sekitar Rp3 miliar-an."
Penawaran
Pak Fikri: "Begitu yah. Kebetulan saya lagi low-budget juga ini. Saya tawar Rp1,5 miliar saja pak. Bagaimana? Itu penawaran terakhir saya, deh."
Persetujuan
Pak Valent: "Siap pak. Kalau begitu saya setuju. Mari kita bicarakan soal ganti nama dan perihal lain-lainnya nanti malam ya."
Penutup
Pak Fikri: "Alhamdulillah. Baik pak, nanti malam saya ke rumah bapak."
TEKS
NEGOSIASI LOKASI STUDY TOUR
Orientasi
Wali Kelas: "Anto, bagaimana rencana Study
Wisata ke Jawa Timur Park, apakah semua anggota kelas setuju?"
Permintaan
Ketua Kelas: "Saya sudah berbicara dengan
mereka Bu, cuma ada usulan study wisatanya diganti ke Pantai Kuta aja Bu."
Wali Kelas: "Wah, kenapa pada minta seperti
itu?"
Ketua Kelas: "Karena sekolah kita sudah
sering ke Jawa Timur Park, Bu. Sedangkan, Pantai Kuta belum pernah sama
sekali."
Pemenuhan
Wali Kelas: "Tapi ibu sudah bicarakan
rencana ini ke bapak kepala sekolah dan beliau sudah setuju."
Ketua Kelas: "Iya Bu, tetapi jika ke
rencana semula sepertinya banyak teman-teman yang tidak ikut."
Wali Kelas: "Aduh bagaimana yah, padahal
Ibu sudah mempersiapkan semuanya."
Penawaran
Ketua Kelas: "Begini saja Bu, biar saya dan
teman-teman yang menghadap ke kepala sekolah dan membicarakan tentang rencana
studi ke Pantai Kuta."
Persetujuan
Wali Kelas: "Baiklah kalau begitu,
secepatnya kamu bicara dengan beliau, laporkan ke Ibu hasilnya."
Penutup
Ketua Kelas: "Baik Bu."
Wali Kelas: "Baik, sama-sama."
TEKS
NEGOSIASI SINGKAT PELAKSANAAN OUTBOUND SEKOLAH
Orientasi
Irwan: "Selamat siang, Pak."
Kepsek: "Siang, masuk Wan! Ada apa?"
Permintaan
Irwan: "Ini Pak, ada proposal acara LDK
untuk bulan depan."
Kepsek: "Coba Bapak lihat! Ini acara
puncaknya di luar sekolah?"
Irwan: "Iya, Pak. Rencananya di Kandang
Badak, Gunung Pangrango, Cibodas."
Pemenuhan
Kepsek: "Kalau begitu mohon maaf, Bapak
tidak bisa izinkan. Risikonya terlalu besar untuk dilaksanakan di luar sekolah,
apalagi di gunung. Bagaimana kalau di sekolah saja? Biayanya sedikit, tanggung
jawabnya pun tidak terlalu berat."
Penawaran
Irwan: "Kami sudah memikirkan soal itu, Pak.
Kandang Badak tidak terlalu tinggi. Kami juga akan mengikutsertakan alumni.
Soal biaya 50% ditanggung alumni, tapi dengan syarat acara outbound diadakan di
luar."
Persetujuan
Kepsek: "Begitu ya? Baiklah, nanti akan
Bapak pertimbangkan."
Penutup
Irwan: "Terima kasih, Pak."
TEKS
NEGOSIASI KENAIKAN GAJI
Orientasi
Wakil Karyawan: "Selamat siang Pak..."
Wakil Perusahaan: "Selamat siang. Saya
Ahmad Suhartono, wakil dari perusahaan, ini dengan siapa?"
Wakil Karyawan: "Saya Agus, pak sebagai perwakilan
dari karyawan."
Permintaan
Wakil Perusahaan: "Sebenarnya ada apa?
semua karyawan di sini melakukan demonstrasi. Kalau begini caranya, perusahaan
bisa bangkrut dan berdampak pada PHK karyawan."
Wakil Karyawan: "Kami hanya ingin memiliki
nasib yang lebih baik pak. Selama ini kami sudah bekerja keras untuk
perusahaan, namun gaji yang kami terima tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan
kami. Kami ingin menuntut gaji kami ditingkatkan menjadi 4 juta perbulan."
Wakil Perusahaan: "Itu tidak mungkin. Perusahaan
sudah menanggung beban terlalu berat. Apalagi ada tunjangan dan uang
lembur."
Wakil Karyawan: "Jika tidak bisa maka kami
akan tetap mogok kerja pak."
Pemenuhan
Wakil Perusahaan: "Jangan seperti itu, mari
cari jalan keluarnya. Saya akan mengusulkan kenaikan UMP sampai Rp 3,2 juta
kepada direksi."
Penawaran
Wakil Karyawan: "Pak, ini Ibu kota, semua
harga kebutuhan pokok mahal. Tolong dinaikkan lagi pak."
Wakil Perusahaan: "Nanti saya akan
mengusulkan ke direksi Rp 3,5 juta."
Wakil Karyawan: "Tapi, usahakan lebih dari
itu Pak, kami akan bekerja dengan lebih giat lagi."
Persetujuan
Wakil Perusahaan: "Baiklah akan saya coba.
Tolong sampaikan pada teman-teman untuk kembali bekerja jika tidak maka
perusahaan dapat memberikan sanksi."
Penutup
Wakil Karyawan: "Baiklah pak. Terima kasih.
Kalau begitu saya pamit dulu."
Wakil Perusahaan: "Baik, silakan."
TEKS
NEGOSIASI PENGUMPULAN TUGAS
Orientasi
Andi: "Assalamualaikum bu, maaf mengganggu
waktunya."
Guru: "Waalaikumsalam, apakah ada
kebutuhan?"
Andi: "Saya datang ke sini terkait dengan
tugas yang diberikan kepada saya minggu lalu, saya belum bisa mengambilnya hari
ini."
Guru: "Kalau belum, berarti kamu tidak
punya nilai untuk tugas itu. Bagaimanapun, kamu harus mengirimkannya hari ini,
jika tidak, kamu tidak akan mendapat nilai.
Permintaan
Andi: "Saya sudah sakit selama enam hari,
Bu, jadi saya tidak bisa mengerjakan tugas yang Ibu berikan. Saya mohon untuk
mempertimbangkannya.
Pemenuhan
Guru: "Sebenarnya, saya tidak mau menerima
alasan apapun. Tapi karena kamu ingin datang menemui ibu, saya memberimu
kesempatan untuk mengerjakan pekerjaan rumahmu dalam satu hari."
Penawaran
Andi: "Tidak bisa ditambah bu, satu hari
terlalu singkat. Bagaimana kalau dua hari, Bu?"
Guru: "Begini saja, pilih satu hari tapi
kamu berpeluang mendapat nilai A atau dua hari tapi nilai maksimalmu B,
bagaimana denganmu?"
Persetujuan
Andi: "Bingung bu, saya pilih dua hari saja
bu."
Penutup
Guru: "Yasudah Andi, saya sedang menunggu
pekerjaan saya, hati-hati jangan sampai lupa."
TEKS
NEGOSIASI WAKTU PELAKSANAAN UJIAN
Orientasi
Guru: "Anak-anak, minggu depan akan
dilaksanakan ulangan harian tentang Teks Negosiasi. Kalian harus mempersiapkan
dengan baik untuk mendapatkan hasil yang maksimal."
Permintaan
Siswa: "Jangan minggu depan Bu. Tugas sudah
banyak dan belum selesai, ditambah tugas dari mapel lain."
Pemenuhan
Guru: "Jadi kalian keberatan jika ulangan
hariannya dilaksanakan minggu depan?"
Siswa: "Iya, Bu."
Guru: "Kalau begitu kapan kalian siap untuk
ulangan harian?"
Penawaran
Siswa: "Minggu depannya lagi saja Bu."
Persetujuan
Guru: "Baiklah. Tapi, karena materi bab
teks negosiasi sudah selesai, apa kalian punya usul apa yang akan kita lakukan
minggu depan?"
Siswa: "Minggu depan kita praktek saja bu
untuk bernegosiasi. Gimana, Bu?"
Penutup
Guru: "Wah. Ide bagus."
TEKS
NEGOSIASI JUAL BELI GITAR
Orientasi
Pembeli: "Bu saya mau beli gitar ini,
kira-kira berapa harganya?"
Penjual: "Kalau gitar yang itu harganya 750
ribu, nak."
Permintaan
Pembeli: "Harganya boleh kurang nggak,
bu?"
Pemenuhan
Penjual: "Hmm, boleh saja. Mau nawar
berapa?"
Penawaran
Pembeli: "500 ribu, bisa nggak ya?"
Penjual: "Wah, kalau segitu nggak bisa,
nak."
Pembeli: "Kalau 600 ribu?"
Persetujuan
Penjual: "Belum, nak. Naik sedikit lagi,
650 ribu ibu berikan gitar ini."
Pembeli: "Baiklah bu, saya setuju."
Penutup
Pembeli: "Ini uangnya ya, bu. Terima
kasih."
Penjual: "Sama-sama, nak."

Belum ada Komentar untuk "Contoh Teks Negosiasi"
Posting Komentar